Sedekahnya Seorang Sales

Dari sekian kisah nyata tentang keajaiban sedekah, sebuah kisah terjadi 14 tahun lalu di salah satu sudut kota Semarang.

Wie, seorang perantau yang berprofesi sebagai sales harus menahan lapar selama berhari-hari. Apa sebab? Kerja salesnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga dia sampai pada situasi kehabisan uang samasekali. Wie berniat meminjam uang kepada si pemilik rumah yang ditumpanginya.

Tetapi si pemilik rumah sedang berpergian jauh dan tidak diketahui pasti kapan kembalinya. Sementara untuk meminjam uang kepada yang lain, Wie merasa enggan. Akhirnya Wie memutuskan bersabar menghadapi kondisi sulit tersebut. Kemanapun dia berpergian, Wie selalu berjalan kaki dan hanya minum air putih untuk bertahan hidup.

Karena berhari-hari tidak makan, perlahan-lahan fisik si Wie mulai melemah. Suatu hari dia pulang lebih awal dan segera merebahkan diri. Badan Wie sudah sangat letih lesu. Ditambah lagi rasa frustrasi karena selama beberapa hari itu pula tak ada orang satupun yang mau membeli produk yang ditawarkannya.

Belum lama Wie beristirahat, datanglah tamu dua orang anak yatim. Kedua anak yatim tersebut ternyata hendak meminta sedekah uang. Wie jadi tertegun. Dia sungguh ingin memberi sedekah kepada kedua anak yatim itu, tetapi dia sendiri sedang kelaparaan dan tidak punya sepeserpun uang.

Maka Wie menolak permintaan mereka dengan halus. Wie mengatakan jika semisal dia sudah dapat uang , kedua anak yatim itu boleh datang lagi meminta sedekahnya. Lalu mereka meminta hal yang lain, yaitu jilbab. Si Wie mengiyakan. Dia mempersilahkan kedua anak yatim itu memilih dan mengambil sendiri jilbab yang ada di almarinya, sementara dia kembali merebahkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *