Kisah Nyata Sedekah seorang Penjual Nasi

Alkisah ada seorang ibu penjual warung nasi di Jawa Timur yang sering liat acara Yusuf mansyur. Beliau sedang mengalami kesulitan finansial. Dia dan suaminya sedang kesulitan untuk membayar uang kontrakan. Dia harus membayar uang kontrakan sebesar 1.4 jta. sedangkan uang yang telah dia kumpulkan selama setahun hanya ada 1 juta saja. Jadi kurang 400rbu,,saat yang punya kontrakan nagih,,ibu itu cuma menyodorkan uang 1juta dengan memelas minta tenggang waktu supaya bisa membayar sisanya. Sang pemilik kontrakan tidak mau ibu pemilik warung itu bayarnya nyicil jadinya dia dikasih waktu 2 bulan lagi dengan bayar full. Karena bingung, ibu tersebut teringat acara Yusuf Mansyur kalo sedekah 1 dibalas 10x lipatnya. Suaminya berpikir dari 1 juta bisa menjadi 10 juta. Ibu tersebut menolak ajakan suaminya. Namun suaminya mendorong istrinya untuk percaya. “Bu… Ini Janji Allah. Bukan janjinya Yusuf Mansur.”dan akhirnya setelah berunding mereka setuju untuk menafkahkan uangnya yang telah terkumpul 1 juta tersebut. 

kisah ini Dibawa oleh seorang wartawan Surabaya, yang mengisahkan kisah pedagang nasi ini.Wartawan ini bercerita tentang bapak tersebut, pekan 1, mereka yakin,,pekan 2,,hingga pekan 7 tiba saatnya utnuk membayar kontrakan tak ada uang sepeser pun seperti yang diharapkannya. Bapak tersebut bilang ke istrinya di pekan ke-7, “Bu, daripada kita mikirin kontrakan terus, kita keluar yuuuukkk… Kita cari rumah di sekitar sini yang mau dijual. Kita beli. Tar kalo kita diusir dari kontrakan kita, kita pindah ke rumah yang kita beli itu” Istrinya terkaget2 dengan suaminya yang malah menawar rumah yang harganya 600juta. Bapak tersebut janji dengan pemilik rumah akan melunasi nya dalam waktu 2 bulan. Dan Pemilik rumah tersebut terheran2 karena si Bapak ini tidak memiliki telepon ataupun uang tanda jadi.

“Bapak malam ini mau bangun malam. Mau bilang sama Allah, urusan kontrakan urusan Bapak saja. Urusan Allah yang 700x lipat. Dan Bapak mau ngasih waktu lagi sama Allah. Bayar Bapak 2 bulan lagi!”. Istrinya hanya bertambah bengongnya…
Alhamdulillaah, Allah emang ga pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya. Pekan ke-8, bapak dan istrinya, DIUSIR… Ya, diusir dari kontrakan. Sampe akhir Februari, sesuai deadline, mereka ga punya duit 1,4 juta untuk bayar kontrakan. Alhamdulillaah, akhirnya mereka dengan sukses diusir.

Cerita pun berganti,,Mereka berdua pindah ke tempat pengungsian. saat itu sedang ada bencana nasional di jawa Timur. Ada begitu banyak pengungsi. mereka buka warung di sana. Ga ada yang menyangka, kisah suksesnya berawal dari sini. Beberapa wkt kemudian, ada yang nawarin untuk menangani katering bagi pengungsi. Dibawalah bapak tersebut dan diputuskan bapak itu yang ngelola katering untuk pengungsi. 

“Sanggup Bapak ngelola?” Dijawabnya bapak itu, “Sanggup. Asal dananya di depan.” “Ya. Di depan.”
bapak pun balik nanya, “Berapa pengungsi yang mesti saya siapkan makanannya?”
“16 ribu pengungsi…”. 

Alhasil Sedekah bapak tersebut dan istrinya sukses. 2 bulan nanganin katering tersebut, cash on hand, 1 Milyar rupiah. Subhaanallaah… Dia bisa bayar itu rumah 600 juta. Persis 2 bulan kurang lebihnya dari apa yang ia janjikan kepada si pemilik rumah. Allah Bercanda sama 2 hamba-Nya ini. 
100 jutanya dipake buat ngegedein warungnya. Persis seperti apa yg ia katakan. sama istrinya 2 bulan yang lalu. Yang membedakan dengan kita adalah, bapak tersebut pas dpt 1000x lipat bilang “Saya minta kan 700x lipat. Jadi, yang 300x lipat bukan milik kami.” Sedekah awal Januari, berbuah April. April, mereka sedekah kurang lebih 300 juta. Merdeka tuh. Karena banyak, jadi macem-macem sedekahnya. Sedekah 300 juta di April, berbuah kontrak senilai 38 Milyar untuk kontrak katering sepanjang 2008. Karena itulah dia membangun pabrik senilai 11 Milyar untuk menangani proyek itu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *