Cara sederhana Bersedekah dengan sepasang sandal wudhu

BERSEDEKAH melalui sepasang sandal wudhu menjadi cara beramal yang kini banyak dilakukan. Sandal wudhu karya Naadif, menjadi alas kaki yang terus diburu untuk diwakafkan ke masjid-masjid, mushola, serta sekolah islam lainnya 

Berawal dari keinginannya untuk mengajak orang beramal,
Naadif, penggagas ide sedekah melalui Sandal sedekah tersebut kini sandal sedekah masjid diburu pembeli untuk jadi sumbangan ke masjid-masjid dan mushola.

Semua ia ingin beramal kepada semua masjid, mushola, ataupun tempat ibadah islam lainnya di indonesia. Naadif yang sehari-hari memproduksi sandal itu pun mulai berinovasi. 

Sandal ini punya ciri khusus, ada kelebihan dan kualitas yang bagus. Jadi, Nyaman dan elegan untuk dipakai, kemasan premium dan mudah serta siap untuk diserahterimakan, tekstur sandal tidak licin. cocok buat kamu yang mau bersedekah ke masjid ataupun mushola.

Hal itu, jadi kebanggaan tersediri bagi kami. Pasalnya, kebutuhan sandal di masjid pun seringkali membludak, terutama di bulan Ramadan. Dengan adanya sandal sedekah ini diharapkan kebutuhan jemaah masjid pun terpenuhi untuk berwudhu dan lainnya. 

Sandal Naadif ini terbuat dari spon yang berkualitas, bahan baku spon dipilih agar menghasilkan alas kaki yang lebih ringan, tekstur yang anti selip, alas yang bergelombang serta anti licin.

berbagai keunikan yang ditawarkan dalam ‘modal’ beramal itu kemudian dipasarkannya melalui media sosial. Tak disangka, ternyata banyak yang meminta dibuatkan untuk selanjutnya disumbangkan ke masjid-masjid atau mushola.

“Responnya cukup bagus, banyak pesanan yang masuk. Mayoritas minta dibuatkan sandal, nantinya mau mereka sumbangkan ke masjid di lingkungannya masing-masing,” ujarnya. 

Selain nyaman, elegan dan mudah diserahterimakan, kami menawarkan harga yang murah. Sepasang Sandal wudhu dijual dengan harga 1 pasang Rp. 16.500,- Anda sudah bisa untuk memulai sedekah pembeli pun bisa mendapatkan harga lebih murah jika memesan dalam partai besar. 

Penjualan sandal tersebut diakui kami lebih ramai saat bulan Ramadan tiba. Pesanan pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari perseorangan hingga kelembagaan.