Nilai Sedekah di Bulan Ramadhan, Amal Berlipat Ganda

Rasulullah SAW bersabda, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah? Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Memberi sedekah tidak akan membuat kita miskin dan sengsara, dengan sedekah akan banyak memberikan keuntungan. berikut beberapa keutamaan dalam bersedekah:P

Pahalanya akan dilipat gandakan

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)

Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan yang artinya “Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya“.

Allah berfirman yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261)

KEUTAMAAN SHODAQOH DI BULAN RAMADHAN

Oleh: Abu Misykah

Al-hamdulillah, segala puji milik Allah Ta’ala. Shalawat dan salam atas Nabi Musthofa –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Bulan Ramadhan adalah bulan berlomba-lomba dalam kebaikan dan meningkatkan ketaatan. Pahala amal ibadah dilipatgandakan lebih besar dibandingkan hari-hari selainnya. Di antara amal ibadah yang harus mendapat perhatian adalah shodaqoh. Jangan sampai kita tidak mendapat bagian dari amal shalih di bulan mulia ini.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Tirmidzi)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فيدارسه القرآن، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريل أجود بالخير من الريح المرسلة

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang paling (baik) dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melebihi angin yang berhembus.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lebih memperbanyak shodaqoh di bulan Ramadhan menjadi dalil yang sangat jelas bahwa shodaqoh di bulan Ramadhan lebih utama di bandingkan bulan-bulan selainnya.

Bentuk shodaqoh di Ramadhan sangat beragam. Bisa berbagi dengan uang, makanan, bantuan, atau pertolongan ke orang lain. Dan tersenyum terhitung sebagai shodaqoh.

Ada jenis shodaqoh utama di bulan ini yang sudah ditradisikan para ulama; yaitu berbagi makanan siap santap. Yakni sedekah dalam bentuk jamuan makan untuk orang-orang yang berpuasa. Khususnya kepada mereka yang miskin dan kekurangan. Kepada saudara seiman yang berkecukupan juga punya keutamaan.

Allah Subahanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang bersedekah dalam bentuk makanan dalam firman-Nya,

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا؛ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9)

Allah menyebutkan di antara sifat Ashabul Maimanah (golongan kanan) yang akan masuk surga adalah gemar memberi makan kepada orang tak mampu.

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ؛ يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ؛ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. Al-Balad: 14-16)

Keutamaan shodaqoh memberi makan ini telah dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai sebab masuk surga.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَام

Wahai manusia! terbarkan salam, berilah makan, shalatla saat manusia tidur maka kalian akan masuk surga dengan kesejahteraan.” (HR. Al-Tirmidzi, beliau nyatakan sebagai hadits shahih)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang amal Islam yang terbaik. Beliau menjawab,

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Kamu beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tak kau kenal.” (Muttafaq ‘Alaih) masih banyak lagi hadits-hadits lain menerangkan keutamaan sedekah memberi makan.

Para ulama salafush shalih senang sekali bershodaqoh Ith’am Tho’am (memberi makan). Bahkan tidak sedikit dari mereka yang lebih mendahulukannya atas amal-amal ibadah lainnya. Bentuknya dengan mengenyangkan orang yang lapar atau memberi makan saudara seiman yang shalih. Dalam amal ini tidak disyaratkan penerimanya harus orang miskin.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أيما مؤمن أطعم مؤمنا على جوع أطعمه الله يوم القيامة من ثمار الجنة وأيما مؤمن سقى مؤمنا على ظمإ سقاه الله يوم القيامة من الرحيق المختوم وأيما مؤمن كسا مؤمنا على عري كساه الله من خضر الجنة

Siapapun orang beriman  yang beri makan mukmin yang kelaparan, Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga pada hari kiamat nanti. Siapapun orang beriman yang beri minum mukmin yang kehausan, Allah akan memberinya minum dari minuman surga pada hari kiamat nanti. Siapapun orang beriman yang beri pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, Allah akan memberinya pakaian dari sutera surga pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Tirmidzi dengan sanad hasan)

Sebagian salaf berkata, “mengundang makan sepuluh orang dari sahabat-sahabatku dengan makanan yang mereka gemari lebih aku sukai daripada membebaskan sepuluh orang budak dari keturunan Ismail.”

Banyak sekali ulama salaf yang ‘ngalah’ dengan berbagi hidangan berbukanya kepada orang lain; contohnya Abdullah bin Umar, Dawud Al-Tha’i, Malik bin Dinar, dan Ahmad bin Hambal.

Ibnu Umar tidak berbuka kecuali bersama anak-anak yatim dan orang miskin.

Ada juga kisah sebagian salaf yang sangat menakjubkan, ia memberikan makan siang kepada teman-temannya sampai kenyang sementara dirinya sedang berpuasa. Di antaranya adalah Al-Hasan al-Bashri dan Abdullah bin Mubarak.

Bershodaqoh makanan akan melahirkan bentuk ibadah-ibadah yang sangat banyak; di antaranya saling mencintai dan menyayangi antar orang-orang beriman yang akan menjadi sebab masuk surga.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لن تدخلوا الجنة حتى تؤمنوا و لن تؤمنوا حتى تحابوا

Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan tidak akan menjadi orang mukmin kecuali kalian saling mencintai.” (HR. HR. Muslim)

Adanya sedekah bentuk ini akan mendorong pelakunya bermajelis bersama orang-orang shalih dan mendapat pahala besar karena membantu dan menguatkan mereka menjalankan ketaatan.

Lebih-lebih jika shodaqoh menyiapkan jamuan makan ini dinikmati orang-orang yang berpuasa saat berbukanya, dirinya akan mendapatkan pahala sebanyak pahalanya orang-orang yang berpuasa tersebut. Ditambah lagi ibadah-ibadah mereka di malam harinya yang tenaganya dihasilkan dari makanan yang ia shodaqohkan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun.” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Nasai, dan dishahihkan al-Albani)

Sebagian ulama berpendapat, keutamaan ini bisa didapatkan dengan memberi hidangan berbuka walau dengan sesuatu yang sedikit, seperti satu butir kurma, segelas air, atau seteguk susu, dan yang serupa.

Sebagian yang lainnya berpendapat bahwa keutamaan ini didapatkan dengan memberi makan berbuka puasa sampai mengenyangkan orang yang berpuasa. Karena dengan kenyangnya tersebut, ia bisa kuat menjalankan ibadah di malam itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

والمراد بتفطيره : أن يُشبعه

Dan maksud dengan memberikan makanan berbuka kepadanya adalah dengan membuatnya kenyang.” (Al-Fatawa Al-Kubra: 4/460)

Ibnu Muflih di Al-Furu’ mengatakan, “Guru kami mengatakan, maksudnya adalah dengan memberikan hidangan berbuka kepadanya sampai membuatnya kenyang.”

Intinya, shodaqoh memberi makan orang lain di bulan Ramadhan adalah amal kebaikan yang berpahala besar. Jangan sampai amal ini terlalaikan oleh kita di tengah ramainya amal-amal shalih lainnya di bulan mulia ini. Wallahu A’lam. [AM/madanitv.net] 

SANDAL NAADIF

Hai sahabat…

Sedekah bisa dimulai dari hal kecil, karena pahala sedekah ALLAH SWT janjikan ratusan kali lipat.

Dimulai dengan sedekah yang sederhana atau kecil, barangnya biasa namun manfaatnya yang luar biasa.

Dengan sandal wudhu dari naadif.com sahabat sekalian dapat menyedekahkan ke masjid-masjid sekitar.Dengan sandal wudhu ini sekalipun dapat memudahkan kita dalam menuju masjid dan memudahkan sahabat sekalian berwudhu apabila lingkungan tempat wudhu pada tanah atau lantainya becek sehingga kita dapat berwudhu dengan nyaman dan tetap bersih. 

Mari bersedekah dengan sandal wudhu dari naadif.com hanya dengan 15.000 ribu rupiah sahabat sekalian dapat bersedekah.

Dengan niat mulia sahabat sekalian dapat menumpuk pahala dan menjadi tabungan pahala kelak di akhirat nanti.

Ayo beli sandal wudhu naadif yang bermanfaat ini.

Kunjungi kami di: https://naadif.com

SANDAL WUDHU

Hai sahabat…

Mari kita bersedekah,karena sedekah itu sangat penting.

Bersedekah tidak hanya dengan memberikan uang.

Bersedekah juga bisa dengan cara membeli sandal wudhu yaitu sandal wudhu naadif dan bisa kita sedekahkan ke masjid-masjid sekitar kita.

Hanya 16 ribu rupiah sahabat sekalian bisa mendapatkan sandal naadif dan sekaligus dapat bersedekah.

Bagi jamaah-jamaah mau itu jamaah di sekitar masjid maupun jamaah yang jauh yang memakai sepatu sandal wudhu dari https://naadif.com/ ini sangatlah penting…..

Dengan sandal naadif ini dapat memudahkan sahabat sekalian ketika mencari air untuk berwudhu,misalnya pada keadaan tanah atau lantai yang becek sehingga mudah jika memakai sandal wudhu naadif ini…

Bersedekah sangatlah indah,ini bisa menjadi tabungan pahala kita melalui membeli sandal wudhu naadif dan mensedekahkan ke masjid-masjid di sekitar kita.

Kita diajarkan untuk bersedekah dan sedekah dapat mendekatkan kita pada indahnya surga.

Semakin kita banyak bersedekah semakin banyak pahala kita untuk bekal di akhirat nanti.

Semoga dengan membeli produk NAADIF SANDAL WUDHU dari https://naadif.com kita dapat mengamalkan dengan baik. Aamiin….

 Kunjungi kami di:

Naadif Sendal Masjid

SANDAL MASJID

Sandal masjid01

Beli sandal ini untuk anda sedekahkan ke masjid sekitar anda.

Sandal wudhu membuka kesempatan untuk anda bersedekah dengan PAHALA yang insyaAllah terus mengalir dengan sebuah SANDAL AJAIB.

Raih pahala yang terus mengalir dengan membeli sandal masjid ini dan menyedekahkan ke masjid-masjid sekitar kita.

Untuk alas wudhu kita atau yg mau beribadah ke masjid.

Sandal wudhu juga memudahkan kita atau yg akan beribadah yg memakai sepatu.

Bisa jadi karena lingkungan sekitar kita seperti tanah dan lantai untuk berwudhu becek..

Bayangkan jika tidak ada sandal wudhu, kita atau pun yg ingin beribadah pasti sulit dan akan merasa kurang nyaman .

Langkah para jamaah ialah tabungan pahalamu, bayangkan pahala yang terus mengalir dengan kita berjalan menuju masjid dengan sandal wudhu.

Nah maka itu kita berbagi sandal wudhu ini untuk sandal masjid.

Bersedekah bukan hanya sekedar uang maupun lainnya.Sedekah juga bisa dengan dari hal yang sederhana dan dari mulai dari hal kecil.

Melalui sandal wudhu kita dapat meraih pahala…..

Kita wajib untuk bersedekah,maka itu marilah kita bersedekah…

Siapapun yang berbuat baik akan di balas oleh Allah kalau ada sambutan kebaikan,jadilah anda nomer satu untuk menyambut kebaikan itu.

Sedekahlah secepat mungkin,paling cepat bersedekah itu paling besar di hadapan Allah swt.

Semoga bermanfaat dan kesempurnaan hanya lah milik Allah swt. kunjungi juga naadif sandal wudhu kami naadif.com         

https://m.facebook.com/naadif.id/

Sedekah Bareng Naadif Sandal Wudhu.

Apakah keuangan anda saat ini lagi bermasalah? Apakah saat ini anda lagi banyak hutang? Sedang dirundung banyak masalah? 

Apa pun masalah anda, yuk banyakin sedekah.

Ngomong-ngomong, sedekah itu banyak sekali keutamaannya lho, tapi namanya manusia, kadang kita suka lupa untuk melaksanakannya. Padahal Allah SWT sudah berjanji bahwa barangsiapa yang bersedekah akan diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala urusannya.

Nah, kabar baiknya kami sudah menyediakan media agar anda bisa segera bersedekah dengan mudah dan tentunya sederhana.

Apa itu?

Yups, betul sekali! 

Sandal wudhu atau sandal masjid ini bisa anda sumbangkan ke masjid atau mushola terdekat di sekitar rumah anda, bisa juga anda sumbangkan ke kampus-kampus atau sekolah islam. Oia  jangan lupa juga sendal ini bisa anda pakai pribadi agar lebih memudahkan untuk anda beribadah.

Dengan sedekah sandal wudhu, semoga Allah SWT memberikan jalan keluar atas semua permasalahan yang sedang Anda hadapi.

Tunggu dulu! Jangan buru-buru pesan sebelum Anda tahu alasan kenapa anda harus beli sandal wudhu di tempat kami?

1. Jangan takut paketnya nggak dikirim. Insyaalloh Kami perusahaan amanah, bisa       dipercaya

2. Kami adalah produsen alias pabrik langsung dari Naadif sandal wudhu 

3. Ribuan pasang sandal wudhu sudah kami kirim ke berbagai kota di seluruh Indonesia

4. Jika stok habis, proses produksi cepat. 1-2 hari sudah beres, sudah bisa dikirim 

Berikut Testimoni Konsumen Yang Pesan Naadif Sandal Di Tempat Kami.

Naadif Sandal yang anda pesan 100% pasti nyampe. Kalo tidak nyampe, uangnya kami kembalikan. Sandal Wudhu yang Anda pesan tidak sesuai orderan, kami ganti dengan yang baru.

Tak Hanya Menambah Rezeki, Sedekah Bisa Sembuhkan Penyakit

Selama ini, kita sering mendengar bahwa bersedekah bisa menambah rezeki. Hal itu benar. Namun tidak hanya itu, sedekah juga bisa menyembuhkan penyakit, memberi rasa bahagia, bahkan memudahkan kita saat sakaratul maut.

Memberi seringkali diartikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh orang mampu kepada orang yang kurang dalam kekuatan finansial. Padahal, Allah ta’ala meminta kita bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit. Karena efek sedekah akan kembali kepada pelakunya.

Menyembuhkan Penyakit

Benarkah sedekah dapat menyembuhkan diri kita dari penyakit? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR Thabrani).

Kemudian manfaat sedekah sebagai penyembuh rasa sakit juga tertulis dalam hadits riwayat Abu Dawud, “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

Sedekah, Beri Rasa Bahagia

Tak hanya memberi rasa bahagia bagi penerima sedekah saja, sedekah juga tentunya memberi rasa bahagia pada hati pemberinya. Karena secara tak langsung telah membantu seseorang yang membutuhkan.

Berdasarkan studi yang diterbitkan American Journal of Public Health pada tahun 2013, ditemukan fakta bahwa orang yang gemar membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stress. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Allan Lukas, bahwa sedekah secara ikhlas akan meningkatkan hormon endorfin yang akan banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Memperpanjang Usia dan Mudahkan Sakaratul Maut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Sedekah dari seorang muslim, akan meningkatkan hartanya dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (sakaratul maut) dan melalui sedekah Allah menghilangkan perasaan sombing dan egois (Fiqh Sunnah, Vol 3 : 97).

Menambah Rezeki

Sudah bukan rahasia lagi bahwa konsep memberi dalam Islam bukanlah mengurangi. Namun, konsep memberi dalam Islam adalah justru menambahi. Rasulullah bersabda, “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu dari Allah dengan mengeluarkan sedekah.”

Kemudian, setelah turun perintah tersebut, Allah berfirman, “Hai anak adam, infakkanlah dan sedekahkanlah hartamu, niscaya aku akan memberikan nafkah kepadamu.” (HR Muslim)

Sedekah Penyebab Terkabulnya Hajat

Ternyata, sedekah juga membuat seseorang menjadi lebih dekat dengan terkabulnya hajat yang diinginkan. Allah bersabda, “Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membayarnya lebih dari kecepatan gerakan sedekahnya.”(Hadits Qudsi). Yang dimaksud Allah akan membalas lebih cepat adalah juga dalam hal terkabulnya hajat.

Nah, begitu banyak manfaat sedekah yang dapat dirasakan dari segi ruh maupun jasmani. Masihkah ragu untuk bersedekah, berzakat dan berinfaq? 

Mukjizat bersedekah untuk orang tua

Saya hanyalah orang biasa, dengan penghasilan yang biasa biasa saja pula, tidak kurang dan tidak juga berlebihan, cukuplah untuk kehidupan sehari hari untuk mencukupi kebuthan saya, anak dan istri saya. Apabila melihat judul diatas mungkin ada yang bertanya..“berapa sih yang sudah elu keluarin buat orang tua lu..sehingga elu menganggap telah mendapat suatu mukjizat…?” sekali lagi dengan status saya yang hanya orang biasa biasa saja dan dengan penghasilan yang biasa biasa pula, tentulah tidak banyak yang bisa saya berikan, dan juga tidak rutin juga saya bisa membantu mereka, bisa saya katakan, menurut saya pemberian saya masihlah sangat sedikit dibandingkan jasa jasa mereka kepada saya selama ini…teramatlah sedikit…(saya jadi berkaca-kaca ketika menuliskan kalimat tadi)

Sekilas tentang Orang tua saya (Papa) adalah pensiunan pegawai negeri biasa, mama adalah ibu rumah tangga biasa. Kehidupan mereka saya nilai adalah termasuk orang-orang yang “lurus”, boleh saya katakan, mereka terutama papa..jauh dari apa yang dinamakan KORUPSI…Kalau saya nilai kehidupan mereka dihari tua ini disaat masa masa pensiun…yahh biasa dikatakan cukuplah…mereka tidak pernah meminta uang dari kami anak anaknya, karena memang masih cukup gaji pensiun papa untuk hidup sehari hari mereka berdua. Tetapi selaku anak, sudah sepantasnya kami membantu orang tua, yah walaupun jumlahnya sedikit dan tidak seberapa, tetapi ada rasa kepuasan sendiri bisa “ngasi sesuatu” buat orang yang selama ini sudah berjibaku membesarkan saya sampai bisa seperti sekarang ini.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tidak banyak yang bisa saya berikan untuk orang tua, hanya sekedar “buat beli pulsa” hanya itu yang bisa rutin saya berikan..sesekalilah kalau ada rejeki lebih saya bisa kasih berwujud uang…tapi yang sering dan lumayan rutin..ya beliin pulsa itu… Entahlah ini dianggap kategori sedekah atau bukan..yang penting saya hanya ingin memberikan sesuatu..ya sementara yang bisa baru itu…(mudah mudahan ALLAH memberikan rejeki yang lebih banyak lagi sehingga bukan cuma pulsa yang bisa saya berikan..mungkin beliin mobil kali hehehe…aminn..)

Tapi disinilah keanehan dan kemukjizatannya….Saya perhatikan..saya amati, dengan kondisi keuangan saya yang teramat biasa ini..tentulah saya sering punya masalah keuangan, tidak jarang saya “merasa” kekurangan uang..bahkan juga bukan hanya merasa kekurangan..tapi memang BENAR BENAR kekurangan uang…ada suatu fenomena yang saya amati, biasalah masalah kurang uang itu selalu muncul di “akhir bulan” masalah yang klasik dan dialami sebagian besar orang tetapi mungkin kadarnya berbeda beda, entah karena kebetulan atau memang itu benar mukjizat sedekah…seluruh masalah keuangan itu seolah sirna setelah saya ‘memberi” sesuatu kepada orang tua saya. Beragam masalah yang pernah saya alami, pernah saya benar benar “mengirit” uang, karena memang sudah benar benar hampir habis, saya umpamakan saja, uang saya tinggal 100 ribu, padahal ini masih tanggal 15an, masih ada sekitar 15 hari lagi menuju gajian, dengan uang sejumlah itu, kira kira lumayan beratlah saya harus mengatur pengeluaran untuk makan dan untuk yang lain lainnya..padahal kebetulan saya tinggal di daerah yang biaya hidupnya sangat mahal, beda lumayan jauh dengan biaya hidup di Tanah Jawa. Dari uang 100 ribu itu tetap saya sisihkan 50 ribu buat “ngisiin pulsa” orang tua saya, karena saya sudah berjanji..buat berusaha ngasih sesuatu ke orang tua saya tiap bulan, apalah bentuknya walaupun sedikit jumlahnya. Syukur Alhamdulillah, rejeki itu selalu ada dan masalah keuangan itu selalu sirna tiap kali selesai saya memberi kepada orang tua.

Bukan hanya masalah keuangan, masalah masalah kantor, keluargapun juga demikian..walaupun yang paling sering adalah masalah keuangan, semua selalu hilang, sirna, dengan kata lain terbantu, seolah ada tangan ajaib yang misterius yang selalu membantu saya tiap kali saya selesai memberi sesuatu kepada orang tua, walaupun itu hanya berwujud pulsa sebesar 50 ribu rupiah..!!

Jadi kalau menurut saya, bersedekah atau memberi sesuatu kepada orang tua itu sangatlah besar manfaatnya, saya merasa langsung dan selalu diberikan pertolongan dari ALLAH SWT tiap kali saya selesai bersedekah kepada orang tua baik apapun itu bentuk masalahnya, sehingga saudara saudara, jangan lah bosan berbuat kebajikan, dan bersedekah, saya disini memang bukan orang alim, dan tidak bermaksud sok menasehati, tetapi kekuatan memberi (the power of giving) itu benar adanya, dan perhatikan apa yang terjadi setelah engkau memberi. Mungkin sebagian dari orang tuamu ada yang sudah kaya ataupun berkecukupan dan rasanya tidak memerlukan bantuanmu apalagi hanya untuk sekedar buat membeli pulsa seperti yang sudah saya lakukan, mungkin wujudnya bisa diganti dengan yang lain atau bisa juga engkau alihkan memberi kepada orang yang lebih pantas menerimanya, tengoklah kesekeliling masih banyak orang yang memerlukan bantuan kita, bila lingkungan keluarga kita sendiri kita rasa sudah cukup dan tidak memerlukan pertolongan, segeralah alihkan tujuan ke orang lain, fakir miskin dan anak yatim yang pasti mempunyai masalah keuangan. Bantulah mereka walaupun sedikit, dan janagnlah berkecil hati jika merasa pemberian mu sedikit.

Bagi kawan kawan yang selama ini sudah berjuang matia matian buat membantu kedua orang tua, saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda tinggal menunggu saja apa mukjizat dari Tuhan yang akan anda dapatkan, dan tidak usah diragukan lagi, pastilah itu karunia yang sangat baik. Dan bagi yang barangkali ada mempunyai persoalan, baik itu masalah keuangan, masalah keluarga, ataupun masalah menderita penyakit dan lain sebagainya, bisa dicoba seperti apa yang saya tuliskan di artikel ini, mungkin tidak harus dengan membelikan pulsa HP untuk orang tua, bisa dalam bentuk yang lain, atau kalau memang uang benar benar terbatas, cobalah diupayakan barang sedikiiiit saja untuk memberi kepada orang tua, masa sih bener2 ngga ada duit buat ngasih ortu..? Dan bagi yang punya uang lebih, ya kasihlah yang lebih banyak..jangan ngikutin saya yang cuma bisa beliin pulsa HP, saya berbuat ini karena kebetulan uang saya sedikit dan terbatas hehehe.…mungkin kalau rejeki saya banyak, jangankan pulsa, Rumah dan mobilpun saya kasihkan deh pasti…amin

Semoga tulisan ini bermanfaat dan tidak ada maksud jelek didalam penulisan artikel ini, intinya hanya menceritakan pengalaman pribadi dan mengajak untuk bersama sama berbuat baik.


Kepada Siapa Dulukah Sedekah Kita Berikan?

Ketika kebanyakan dari kita masih menganggap sedekah yang paling utama itu di kotak amal masjid. Ya kita tahu itu adalah amal jariyah yang tidak terputus bahkan setelah kita meninggal. Sedekah di masjid sebagian besar digunakan untuk pembangunan masjid, biaya oprasional masjid, bahkan beberapa masjid sudah menyediakan beasiswa bagi yang membutuhkan. Namun sedekah tidak sebatas itu, ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain itu juga sedekah.

Ketika kita berniat bersedekah kepada orang lain paling tidak kita akan sedikit berpikir dan belajar. Berpikir pantas tidak pemberian saya, apakah dengan pemberian ini akan membuat orang lain tersinggung meskipun niat kita baik. Kadang memberi tidak selalu dapat dinilai sebagai kebaikan. Seperti mungkin kita berniat baik ingin memberikan pakaian kita kepada orang lain, namun kita memberikan pakaian kita yang paling lusuh. Hal tersebut juga dapat menyinggung orang lain yang kita beri. Mungkin orang tersebut akan berpikiran serendah ini kah saya dipandang, sehingga hanya pakaian lusuh ini yang pantas saya kenakan. Bahkan ada yang berpendapat ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain, sesuatu tersebut sebelumnya telah kita gunakan terlebih dahulu dinilai kurang ikhlas. Meskipun keikhlasan itu hanya dapat dinilai oleh hati. Selain itu kita juga akan banyak belajar. Belajar tentang kehidupan orang tersebut, bagaimana cara membantunya, bantuan apa yang paling dibutuhkan dll.

Sedekah tidak hanya memberikan sesuatu kepada siapa saja, bahkan dalam Islam hal tersebut ada aturannya. Prioritas sedekah yang pertama adalah kepada orangtua. Orangtua disini tidak hanya orangtua kandung namun juga mertua. Sebelum kita bersedekah lebih jauh, mungkin kita bisa memerhatikan kehidupan orangtua kita terlebih dahulu. Masihkah kekurangan, apa yang bisa kita bantu untuknya. Sedekah kepada orangtua ini menjadi sangat utama bagi kita, wujud rasa bakti kita kepadanya. Hal yang perlu diingat jangan sampai kita bersedekah ke berbagai masjid, kepada orang lain tapi kita bahkan terlupakan kepada orangtua kita sendiri.

Ketika kita rasa orangtua kita telah hidup layak, mungkin kita berpikir tidak perlu bersedekah kepada orang tua. Hei… sedekah tidak hanya berupa materi, loh. Bukankah senyum yang tulus adalah sedekah? Bukankah bahasa tubuh yang baik adalah sedekah? Bukankah tatakrama atau sopan santun kita adalah sedekah? Orangtua kita mungkin tidak perlu materi dari kita namun dimasa tua, perhatian seorang anak sangat diperlukan oleh orang tua. Bahkan orang tua kita jauh lebih memerlukan senyum tulus, bahasa tubuh yang baik, sopan santun, tutur kata yang lemah lembut, perhatian, menjadi pendengar dan teman bercerita yang menyenangkan dibandingkan materi dari kita. Mungkin kita bisa memberikan materi yang banyak kepada orang tua, tapi memberinya dengan wajah cemberut, bahasa tubuhnya menandakan lelah bekerja, kata-katanya menyakitkan hati, hal tersebut justru menyinggung perasaan orang tua.

Beruntunglah orang-orang yang mengerti bahasa daerah. Seperti misalnya bahasa jawa yang mempunyai klasifikasi penggunaan kepada orang tua dengan bahasa yang lebih halus sebagai ungkapan rasa hormatnya. Kita bisa menggunakan bahasa tersebut kepada orang tua sehingga ketika berkomunikasi akan lebih terasa dekat, orang tua merasa dihargai dan tidak dinilai lupa terhadap apa yang diajarkan sejak kecil. Banyak anak muda yang sekarang bahkan tidak mengenal bahasa daerahnya. Padahal orang tua kita adalah generasi yang menjunjung tinggi bahasa daerah, mungkin juga lebih paham dengan bahasa daerah sehingga bahasa daerah ini akan lebih efektif digunakan kepada orang tua kita ketika berkomunikasi karena kadang ada suatu istilah yang susah mencari padanannya dalam bahasa Indonesia.

Prioritas kedua adalah keluarga atau kerabat. Sebelum bersedekah kesana kemari terlalu jauh, kita bisa mengamati keluarga atau kerabat dekat kita. Selain bernilai sedekah pemberian kepada keluarga ini juga dapat meningkatkan silaturrahmi dan keakraban. Ketika dalam sebuah keluarga besar saling membantu sama lain sehingga saling rukun akan menciptakan banyak kebaikan-kebaikan lain yang dapat diteruskan. Tidak hanya berhenti pada keluarga ini. Rasanya kurang etis kalau bersedekah mencari yang jauh namun banyak kerabat dekat kita yang kekurangan.

Anak yatim dapat menjadi target sedekah kita selanjutnya. Sedekah pada golongan ini mempunyai dampak yang luar biasa. Misalnya saja seorang anak yatim yang tidak bisa bersekolah lalu kita membantunya untuk bersekolah. Mungkin hal kecil saja misalnya seorang anak yatim yang bisa bersekolah dengan keadaan pas-pasan tidak bisa membeli buku. Kita bisa membantu dengan buku-buku kita dahulu yang tidak digunakan atau syukur-syukur bisa memberikan buku baru untuknya. Dapatkah kita membayangkan betapa anak ini bersyukur dengan senyumnya yang begitu indah dan bersinar. Rasa syukurnya menjadikan ia lebih semangat dan rajin belajar, hal ini dapat mendongkrak prestasinya, memperbaiki kualitas keluarganya dan dalam jangka panjang anak ini akan membangun mata rantai kebaikan. Mungkin bukan kita nanti yang akan menerima kebaikan tersebut, namun ada anak-anak yatim lain bahkan lebih banyak yang mendapat dampak dari mata rantai ini. Sederhana bukan hanya bermodal sebuah buku kita bisa membangun mata rantai kebaikan.

Orang yang membutuhkan (kaum miskin) prioritas kita yang keempat. Kelompok ini juga berpeluang membangun rantai kebaikan. Misalnya kita bersedekah kepada bapak petugas kebersihan (tukang sampah atau pemulung) yang berpenghasilan rendah sekali sehingga tidak mencukupi kebutuhan keluarganya. Golongan ini kira-kira mempunyai pendapatan 25rb per hari sehingga hanya mampu menyediakan makanan nasi dan tempe. Ketika kita bersedekah keluarga ini bisa membeli daging dan buah untuk konsumsi sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi dalam keluarga. Ketika kebutuhan gizinya tercukupi, peluang penyakit akan lebih rendah.

Golongan terakhir adalah orang yang dalam perjalanan, tentunya perjalanan dalam kebaikan. Orang yang dalam perjalanan panjang tanpa keluarga ketika terjadi sesuatu maka ia hanya bergantung pada Allah. Apabila ia menerima pertolongan rasa syukurnya luar biasa sehingga bisa menjadika golongan ini lebih yakin dengan pertolongan Allah. Mungkin pertolongan Allah diberikan melalui perantara kita. Ketika kita enggan memberikan pertolongan pada golongan ini artinya kita menahan hak orang lain sehingga menghambat rasa syukur dan keyakinan seseorang terhadap pertolongan Allah. Kita tidak pernah tahu ketika kita menolong golongan ini ia bisa menebar kebaikan dan pertolongan kepada banyak orang lain sepanjang perjalanannya.

Namun saya ingin menegaskan dalam tulisan ini saya tidak bermaksud melarang sedekah di masjid atau tempat ibadah. Mungkin dengan sedekah di masjid kita bisa lebih ikhlas karena tidak banyak orang yang mengetahui. Saya hanya miris ketika dari sedekah tersebut banyak dibangun masjid yang megah namun hanya ramai ketika hari raya, sholat jumat dan ketika ada acara pernikahan. Namun disisi lain banyak saudara kita yang kekurangan yang justru berpeluang untuk membangun rantai kebaikan. Ketika suatu pertolongan ini berkesan maka seseorang tersebut akan lebih mudah menolong orang lain. Disisi lain orang yang menerima sedekah ini akan lebih bersyukur kepada Allah dan menyakini bahwa rezeki dan pertolongan Allah itu selalu ada untuk hambanya. Hal yang paling penting ketika kita bersedekah kepada sesama, kita dapat membangun interaksi sehingga kita akan banyak belajar tentang kehidupan orang lain yang akan membuat kita lebih banyak bersyukur….

Jadi ketika kita membantu orang lain dampak sosial dan psikologi akan lebih terasa.